“Ekspektasi pasien sekarang sudah bicara soal kemudahan layanan yang bisa daftar online. Sehingga tahu nomor urutnya dan bisa memperkirakan waktu tiba di rumah sakit. Jadi pasien tidak lama nunggu. Kalaupun harus nunggu, ruang tunggunya juga nyaman. Pasien cukup bawa hp, karena rekam medisnya juga sudah terdigitalisasi dan terintegrasi,” ujarnya.
Selebihnya, penentunya adalah keramahan petugasnya. Dari mulai pintu masuk parkir sampai ke meja pelayanan yang senyumnya harus tulus, tidak dibuat-buat. Bagitu pula dengan layanan dokternya juga harus memuaskan.
“Kehadiran rumah sakit ini kiranya bisa memicu rumah sakit lainnya untuk berbenah dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti SAP (system application and processing) Mitra Keluarga yang sudah mengintegrasikan sistem pendaftaran, pendataan pasien, pencatatan riwayat penyakit dan obat hingga pemanfaatan asuransi,” ungkap Umi.
BACA JUGA: Bupati Tegal Umi Ikut Jalan Sehat HAB ke-77 Kemenag RI
Senada dengan itu, Chief Operating Officer (COO) RS Mitra Keluarga Nurvantina Pandina menuturkan kehadiran jejaring Mitra Keluarga Group di Kota Slawi merupakan wujud komitmen pihaknya mengoptimalkan kualitas hidup banyak orang. Dengan menghadirkan pelayanan yang penuh kasih sayang, terpercaya dan fokus pada pelanggan sebagaimana visi rumah sakit ini.
“Kami berharap kehadiran Mitra Keluarga Slawi ini bisa memberikan pelayanan yang diterima masyarakat. Sehingga dapat memberikan manfaat dan nilai tambah yang sebesar-besarnya untuk pelayanan kesehatan di Kota Slawi dan sekitarnya,” ungkapnya.
Nurvantina mengungkapkan, rumah sakit swasta tipe C ini telah beroperasi sejak tanggal 9 Januari 2023 lalu. Rumah sakit berdiri di atas tanah seluas 7.084 meter persegi ini memiliki kapasitas tempat tidur perawatan pasien sebanyak 112 bed. Mulai dari ruang perawatan kelas tiga, kelas dua, kelas satu, VIP, dan eksekutif serta ruang anak.
Adapun kelengkapan lain rumah sakit ini meliputi mobil ambulans, ruang IGD, ruang ICU, ruang operasi, ruang bersalin, ruang isolasi, laboratorium, pelayanan radiologi, dan lain sebagainya.
Rumah Sakit Mitra Keluarga Slawi juga telah bekerjasama dengan badan hukum publik seperti BPJS Ketenagakerjaan. Serta BUMN seperti PT Jasa Raharja dan PT Taspen serta perusahaan asuransi swasta. Menurut Nurvantina, kerja sama ini dapat memberikan layanan kesehatan yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas, kecelakaan kerja maupun asuransi lainnya.
“Kerja sama ini kami harapkan terus berkembang sehingga dapat memberikan dan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat Kota Slawi khususnya dan Kabupaten Tegal pada umumnya,” kata Nurvantina. ***
